Kisah Nabi Hud AS

Kisah Nabi Hud Dalam Al-Quran Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud ayat 50 hingga 60 surah ” Al-Mukminun ” ayat 31 sehingga ayat 41 surah ” Al-Ahqaaf ” ayat 21 sehingga ayat 26 dan surah ” Al-Haaqqah ” ayat 6 7 dan 8. Pengajaran Dari Kisah Nabi Hud A.S.

“Aad” adalah  nama bapa suatu suku yang  hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama “Al-Ahqaf” terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman dan termasuk suku yang  tertua sesudah kaum Nabi Nuh serta  terkenal dengan  kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang  besar. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang  subur sehingga hidup mereka menjadi makmur sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang  singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang  terbesar diantara suku-suku yang  hidup di sekelilingnya.

Kisah Nabi Hud AS
Suku Aad menyembah berhala patung yang diberi nama ” Shamud” dan ” Alhattar”. kenikmatan hidup berkat tanah yang  subur dan penghasilan yang banyak menurut mereka adalah pemberian kedua berhala tersebut. Oleh karena itu mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan. Akibat dari menyembah berhala maka prilaku dan kebiasaan mereka dipengaruhi oleh iblis. Sehingga kekuatan yang menjadi berkuasa dalam arti siapa yang kuat dia yang berkuasa. Sifat-sifat sombong congkak iri-hati dengki hasut dan benci-membenci yang  didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan sayang menyanyangi jujur amanat dan rendah hati. Demikianlah gambaran masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka. 

Demikianlah maka kepada suku Aad yang  telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang  memberikan semua itu semua. Maka diutuslah kepada mereka Nabi Hud seseorang dari suku mereka sendiri dari keluarga yang  terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dengan  kelakuan yang  baik budi pekerti yang  luhur dan sangat bijaksana dalam pergaulan dengan  kawan-kawannya.

Nabi Hud memulai dakwahnya dengan  menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada tanda-tanda wujudnya Allah yang  berupa alam sekeliling mereka dan bahwa Allahlah yang  mencipta mereka semua dan mengkaruniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang  berupa tanah yang  subur air yang  mengalir serta tubuh-tubuhan yang  tegak dan kuat. Dialah yang  seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang  mereka buat sendiri. Mereka sebagai manusia adalah  makhluk Tuhan paling mulia yang  tidak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang  sewaktu-waktu dapat   mereka hancurkan sendiri dan memusnahkannya dari pandangan.

Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw dia adalah  utusan Allah yang  diberi tugas Untuk   membawa mereka ke jalan yang  benar beriman kepada Allah yang  menciptakan mereka dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya. Ia tidak mengharapkan imbalan dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalan yang  benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahwa   jika mereka tetap menutup telinga dan mata mereka  menghadapi ajakan dan dakwahnya mereka akan ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah.

Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang  tidak pernah mereka  dengar ataupun menduga. Mereka melihat bahwa ajaran yang  dibawa oleh Nabi Hud itu akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan dan adat istiadat yang  telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang dan merasa heran bahwa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha merubah tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang baru yang mereka tidak kenal dan tidak dapat   dimengerti dan diterima oleh akal fikiran mereka. Maka ditolaklah dakwah Nabi Hud itu dengan  berbagai alasan dan tuduhan kosong terhadap diri beliau serta ejekan-ejekan dan hinaan yang  diterimanya dengan  kepala dingin dan penuh kesabaran.

Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:”Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang  engkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin agar kami meninggalkan persembahan kami kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dan menyembah tuhan mu yang  tidak dapat  kami jangkau dengan  pancaindera kami dan tuhan yang  menurut kata kamu tidak bersekutu. Cara persembahan yang  kami lakukan ini ialah yang telah kami warisi dari nenek moyang dan tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yang  seharusnya kembali kepada aturan nenek moyangmu dan jangan mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan  membawa suatu agama baru yang  tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya.”

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud Sesungguhnya Tuhan yang aku serukan ini kepada kamu Untuk   menyembah-Nya walaupun kamu tidak dapat  menjangkau-Nya dengan  pancainderamu namun kamu dapat melihat dam merasakan wujudnya dalam diri kamu sendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang  mengelilingimu beberapa langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan  gunung-gunungnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang  kesemuanya dapat   bermanfaat bagi kamu sebagai manusia. Sehingga kamu dapat menikmati kehidupan yang  sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang  harus kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walaupun kamu tidak dapat   menjangkau-Nya dengan  pancainderamu Dia dekat denganmu dan mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yang  harus disembah oleh manusia dengan  kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang  kamu pahat dan ukir dengan  tangan kamu sendiri kemudian kamu sembah sebagai tuhan padahal ia suatu barang yang  pasif tidak dapat berbuat sesuatu yang  menguntungkan atau merugikan kamu. 

Wahai Hud! jawab kaumnya ”Gerangan apakah yang  menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain daripada yang  sudah menjadi pegangan hidup kami sejak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan menganggap kami berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul utusan oleh Tuhanmu Untuk membawa agama dan kepercayaan baru kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang  sesat menurut pengakuanmu ke jalan yang  benar dan lurus. Kami merasa heran dan tidak dapat   diterima akal kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi utusan Tuhan. 

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud “aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap waras dan sehat tidak kurang sesuatu apapun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang  kamu pertuhankan itu tidak dapat mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi badan dan fikiranku. Kamu kenal aku sejak lama aku hidup di tengah-tengah kamu bahwa   aku tidak pernah berdusta dan bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kamu tidak pernah terlihat pada diriku tanda-tanda ketidak wajaran perlakuanku atau tanda-tanda yang meragukan kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku adalah  benar utusan Allah yang  diberi amanat Untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang  sudah tersesat dan terpengaruh ajaran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yang  benar yang  diajar oleh nabi-nabi yang  terdahulu karna Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu lama terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang  menuntun mereka ke jalan yang  benar dan penghidupan yang  diridhai-Nya. Maka percayalah kamu kepada ku gunakanlah akal fikiran kamu berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang menciptakan kamu menciptakan langit dan bumi menurunkan hujan untuk kesuburan tanah ladangmu menumbuhkan tumbuh tumbuhan bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan salah dan tindakan sesatmu agar Dia menambah rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kamu dari azab dunia sebagaimana yang  telah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahwa   kamu akan dibangkitkan kembali kelak dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kamu di dunia ini  dan diberi ganjaran sesuai dengan  amalanmu yang  baik dan soleh mendapat   ganjaran baik dan yang  hina dan buruk akan diganjarkan dengan  api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kamu dan dengan  ini telah memperingati kamu akan akibat yang  akan menimpa kepada dirimu jika kamu tetap mengingkari kebenaran dakwahku.”

Kaum Aad menjawab: ” Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahwa engkau telah mendapat   kutukan tuhan-tuhan kami sehingga menyebabkan fikiran kamu kacau dan akalmu berubah menjadi sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yang  tidak masuk akal bahwa jika kami mengikuti agamamu akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan bahwa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan menerima segala ganjaran atas segala amalan kami. Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan siksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan menyerah kepadamu dan mengikuti ajaranmu karena bayangan azab dan siksa yang  engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa yang  engkau janjikan dan ancamkan itu jika engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta.”

Baiklah! jawab Nabi Hud” Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap keras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamu tidak akan dapat melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa aku telah menyampaikan risalah-Nya dengan  sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang  baik yang  telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya.”

Bersambung Kisah Nabi Hud AS Pembalasan Allah Atas Kaum Aad

Sumber :
25 Kisah Para Nabi www.bestweh.org

Post a Comment for "Kisah Nabi Hud AS"